Musi Rawas – Peristiwa korsleting kabel listrik PLN memicu kepanikan warga di Desa Lubuk Pandan, Kampung III pada Senin malam (28/09/2026). Insiden tersebut memerlukan waktu penanganan lebih dari dua jam hingga akhirnya selesai diperbaiki oleh tim petugas teknis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebanyak empat orang petugas diterjunkan untuk memanjat tiang dan membenahi kabel yang bermasalah tersebut.
Suasana di lokasi kejadian sempat mencekam. Percikan api berulang kali terlihat di atas tiang listrik disertai suara ledakan yang terdengar cukup keras. Kondisi ini menyita perhatian warga hingga hampir tiga kampung berkumpul menyaksikan peristiwa tersebut. Banyak di antaranya merasa cemas dan khawatir percikan api dapat merembet serta membakar permukiman di sekitarnya.
Namun, proses pelaporan awal sempat memicu kekecewaan. Saat awak media Patroli Sumsel yang kebetulan berada di lokasi mencoba menghubungi pihak PLN Musi Rawas, panggilan tidak mendapatkan respon. Respon baru didapatkan setelah laporan diteruskan ke perwakilan PLN di Kota Lubuklinggau, yang kemudian merespon cepat dan menerjunkan petugas ke lapangan. Sayangnya, penanganan fisik di lokasi baru terealisasi sekitar tiga jam setelah awal kejadian.
Erwin, salah satu warga setempat, menyayangkan lambatnya tindakan awal dari pihak pelayanan PLN terkait ancaman bahaya listrik ini.
"Sangat disayangkan tindakan yang lambat jika ada kabel korslet seperti ini. Khawatirnya kalau penanganannya terlambat, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti percikan api yang merayap ke rumah-rumah warga," ujar Erwin.
Melalui kejadian ini, masyarakat berharap PLN Musi Rawas dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respon layanan aduan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga.(Tim)
